Sabtu, 03 April 2010

Kesedihan Dan Kebanggaan

Biarlah hati ini tuk slalu mengingatmu
Biarlah hati ini berbicara seakan ku dekat denganmu
Biarlah rasa rinduku ini slalu ada padamu
Tanpa batas waktu ku curahkan untukmu

Mungkin waktu yang bisa memisahkan kita
Setiap detik teringat slalu canda tawa manismu
Setiap langkah teringat slalu perjalanan ku dengamu
Tak lelah ku membayangkan kenangan indah bersamamu

Wahai Ayahku yang slalu ku rindu
Ingin ku dekap erat dirimu berada disampingku
Ku slalu ingin kau tau curahan hatiku untukmu di surgamu
Walau ku tau ku takkan pernah slalu dipelukanmu

Kini ku sadar , diriku seakan tanah kotor yang tak berguna
Diriku yang begitu banyak dosa padamu
Hanya penyesalan yang datang menghantuiku
Merasa penuh dengan sesal, penat dihatiku padamu

Setiap mengingatmu tak terbendung air mataku berlinang
Setiap mengingatmu ku terdiam, tak terucap satu kata dibibirku
Setiap angin berhembus seakan kau memeluk diriku
Maafkan ku yang slalu mengecewakanmu

Semilir dibawah bunga kemboja dan nisanmu
Aku menangis dan berdo’a
Mengenang segala salah dan dosaku padamu
Hampa hidup tanpa belaian kasih sayang darimu
Kini ku tak bisa menjagamu
Ku hanya bisa mengirim do’a dan cinta untukmu
Malaikat ridwan kini yang slalu menjagamu


Kini ku patut menjaga sang ibu
Yang telah melahirkanku
Merawatku hingga tumbuh dewasa
dirimu yang Selalu membalut segala kesedihanku dengan senyumanmu

Terasa lembut belaianmu bagiku
Sungguh merdu suaramu terdengar setiap saat ditelingaku
Dirimu yang slalu memberi kesabaran batin untukku
Kelembutanmu membuatku semakin kuat tuk slalu menjagamu

Kristal-kristal lembut yang slalu bermain di bola matamu
Slalu jatuh dan tetes demi setetes air matamu mengalir
Seakan ku rasakan rasa hatimu saat itu
Tergelincir hasratku tentang apa yang kau derita

Keberuntunganku memiliki seorang ibu sepertimu
Slalu sabar, tabah, tegar menghadapi cobaan dan rintangan
Ketulusan semangat menggelora demi anak-anakmu
Kata-katamu laksana embun di padang gersang nuraniku

Love you so much my mather & my father

090110
By : winda nabilah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar